MAKALAH
“Perencanaan Bangunan Tahan Gempa”
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Perancangan Rumah Tinggal Sederhana.Dosen Pengampu: Muafani, S.T., M.T.
“Perencanaan Bangunan Tahan Gempa”
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Perancangan Rumah Tinggal Sederhana.Dosen Pengampu: Muafani, S.T., M.T.
Di susun oleh:
Ardi Pangestu (2017130037)
Ferina Pramesti (201713002)
Idlof Sya’banunadlir (2017130040)
Idlof Sya’banunadlir (2017130040)
Imam
Arafi Afifudin (2017310021)
Qoni’a Sani Mafaza (2017130033)
Riadhotul Khasanah (2017130036)
Qoni’a Sani Mafaza (2017130033)
Riadhotul Khasanah (2017130036)
PROGRAM
STUDI TEKNIK ARSITEKTUR
FAKULTAS
TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN (UNSIQ) JAWA TENGAH
UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN (UNSIQ) JAWA TENGAH
DI
WONOSOBO
Kata
Pengantar
Puji
syukur alhamdulilah berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
kemudahan sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin
penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam
semoga selalu tercurahkan kepada nabi agung Muhammad SAW, yang telah membawa
kita dari jaman jahiliah yang gelap gulita ke jaman yang sekarang terang
benderang.
Makalah
ini disusun untuk memenuhi tugas Perancangan Rumah Tinggal Sederhana. Makalah
ini disusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari penyusun
maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama
pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan
Semoga
makalah ini dapat memberikan pengetahuan meski hanya secercah cahaya. Penyusun
membutuhkan kritikdan saran dari pembaca yang membangun.
Wonosobo, 25 Maret 2018
Penyusun
A. Latar belakang masalah
Apa itu bangunan tahan gempa? Mengapa bangunan harus tahan
gempa? Apa saja prinsip-prinsip dasar bangunan tahan gempa?
Ada sedikit kesalahan pada gambaran awam kita,
karena banyak anggapan bahwa bangunan itu harus 'anti' gampa, bukan 'tahan'
gempa. Lalu apa bedanya?
Bangunan yang didirikan diatas tanah tentulah
terkena oleh getaran tanah itu sendiri. Ini artinya bangunan sudah pasti
terkena getaran, entah itu gempa bumi atau getaran lainnya. Maka dari itu,
bangunan bukan 'anti' gempa, tetapi seharusnya 'tahan' gempa.
B. Pembahasan
1. Pengertian Bangunan
Bangunan adalah wujud fisik
berupa struktur yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari mulai pondasi,
dinding sampai atap secara permanen dan dibuat pada satu tempat. Bangunan juga
bisa disebut gedung, yaitu segala sarana, prasarana atau infrastruktur dalam
kebudayan manusia dalam membangun peradaban.
2. Maksud dan Tujuan Pembuatan Bangunan
Tujuan dibuatnya bangunan
adalah untuk mengetahui secara jelas bagaimana cara merencanakan, melaksanakan
pembuatan bangunan agar bangunan itu kuat, tahan lama, sehat dan nyaman ketika
digunakan.
3. Pengertian Gempa
Gempa adalah suatu getaran
yang ditimbulkan oleh pergerakan lempeng bumi ataupun gunung yang pergerakannya
tidak teratur dan menimbulkan kerusakan.
a. Macam – macam gempa
- Gempa Bumi, adalah pergerakan lapisan batu bumi yang berasar dari dasar atau bawah permukaan bumi.
- Gempa Bumi Vulkanik (Gunung Api), adalah suatu getaran bumi yang terjadi akibat adanya aktivitas magma gunung api, yang terjadi biasanya sebelum gunung api tersebut meletus.
- Gempa Bumi Tektonik, adalah getaran yang disebabkan karena adanya aktivitas pergeseran lempeng bumi secara mendadak dan mempunyai kekuatan dari yang kecil sampai yang sangat besar.
- Gempa Bumi Runtuhan, adalah getaran bumi yang disebabkan adanya runtuhan bumi atau longsor tanah, biasanya terjadi pada daerah tanah kapur atau daerah pertambangan.
- Gempa Bumi Buatan, adalah getaran bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, misalnya peledakan dinamit, nuklir atau bahan peledak lainnya yang dapat menyebabkan getaran pada muka bumi.
- Gempa Bumi, adalah pergerakan lapisan batu bumi yang berasar dari dasar atau bawah permukaan bumi.
- Gempa Bumi Vulkanik (Gunung Api), adalah suatu getaran bumi yang terjadi akibat adanya aktivitas magma gunung api, yang terjadi biasanya sebelum gunung api tersebut meletus.
- Gempa Bumi Tektonik, adalah getaran yang disebabkan karena adanya aktivitas pergeseran lempeng bumi secara mendadak dan mempunyai kekuatan dari yang kecil sampai yang sangat besar.
- Gempa Bumi Runtuhan, adalah getaran bumi yang disebabkan adanya runtuhan bumi atau longsor tanah, biasanya terjadi pada daerah tanah kapur atau daerah pertambangan.
- Gempa Bumi Buatan, adalah getaran bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, misalnya peledakan dinamit, nuklir atau bahan peledak lainnya yang dapat menyebabkan getaran pada muka bumi.
b. Karakteristik goncangan gempa
Pada lokasi bangunan, gempa
bumi akan menyebabkan tanah dibawah bangunan dan sekitarnya tergoncang dan
bergerak secara tak beraturan. Percepatan tanah terjadi secara tiga dimensi
membentuk kombinasi frekwensi getaran dari 0,5 Hertz sampai 50 Hertz.
Jika bangunan kaku (fixed) terhadap tanah (tidak dapat bergeser) gaya inersia yang menahan percepatan tanah akan bekerja pada tiap-tiap elemen struktur dari bangunan selama gempa terjadi. Besarnya gaya-gaya inersia ini tergantung dari berat bangunan. Semakin ringan berarti semakin kecil gaya inersia yang bekerja pada struktur tersebut.
Jika bangunan kaku (fixed) terhadap tanah (tidak dapat bergeser) gaya inersia yang menahan percepatan tanah akan bekerja pada tiap-tiap elemen struktur dari bangunan selama gempa terjadi. Besarnya gaya-gaya inersia ini tergantung dari berat bangunan. Semakin ringan berarti semakin kecil gaya inersia yang bekerja pada struktur tersebut.
4. Prinsip Dasar Bangunan Tahan Gempa
Prinsip dasar dari bangunan
tahan gempa adalah bangunan yang bertahan dari keruntuhan yang diakibatkan
getaran bumi (gempa), serta memiliki fleksibilitas untuk dapat meredam getaran.
- Dirancang dan diperhitungkan
- Kombinasi beban dan alaisis struktur
- Penggunaan material yang ringan
- Penempatan massa struktur yang terpisah namun saling berinteraksi
- Dirancang dan diperhitungkan
- Kombinasi beban dan alaisis struktur
- Penggunaan material yang ringan
- Penempatan massa struktur yang terpisah namun saling berinteraksi
1. Prinsip dasar kekuatan struktur
Prinsip kekakuan struktur dimaksudkan untuk menjadikan struktur utama sebuah bangunan lebih solid terhadap goncangan. Sebagai contoh, penulangan pada struktur beton bangunan dapat meredam getaran dengan baik. Kekakuan struktur beton dapat menghindarkan kemungkinan bangunan akan runtuh sata gempa terjadi.
2.Prinsip Fleksibilitas
Selain pergerakan dari bumi, bangunan itu sendiri sebenarnya menopang gerakan-gerakan pada struktur itu sendiri dalam skala kecil. Dengan menggunakan prinsip hubungan roll pada tumpuan beban. Hubungan roll pada bangunan ialah suatu hubungan pembebanan pada bangunan yang dapat bergerak dalam skala kecil untuk meredam getaran.
Bagaimana
Bangunan Yang Tahan Gempa?
Yang
dimaksud bangunan tahan gempa adalah bangunan yang apabila :
1. Digoyang gempa ringan, tidak mengalami kerusakan apa-apa
2. Digoyang gempa sedang, hanya mengalami kerusakan non struktur
3. Digoyang gempa besar, mengalami kerusakan struktural tapi tetap
1. Digoyang gempa ringan, tidak mengalami kerusakan apa-apa
2. Digoyang gempa sedang, hanya mengalami kerusakan non struktur
3. Digoyang gempa besar, mengalami kerusakan struktural tapi tetap
berdiri
dan tidak roboh.
Elemen-elemen
Penting Struktur Bangunan Tahan Gempa
1. Pondasi
Pondasi
merupakan struktur bagian bawah bangunan yang berfungsi untuk menyalurkan beban
dari struktur diatasnya ke tanah. Untuk itu sebaiknya pondasi diletakan pada
tanah yang keras.
Setiap pondasi bangunan perlu direncanakan berdasarkan jenis, kekuatan dan daya dukung tanah tempat berdirinya. Bagi tanah yang stabil dan memiliki daya dukung baik, maka pondasinya juga akan membutuhkan konstruksi yang sederhana. Namun jika tanahnya labil dengan daya dukung yang buruk, maka struktur pondasi yang digunakan akan lebih kompleks.
Getaran yang diakibatkan oleh pergerakan bumi sebisa mungkin diredam dahulu oleh pondasi, karena struktur inilah yang berhubungan langsung dengan tanah.
Selain itu, pondasi juga harus mampu menahan beban, diantaranya:
- Beban Horizontal atau beban geser
- Beban hidup, seperti berat sendiri bangunan, beban orang, beban air
- Gaya geser bumi atau gempa
- Gaya angkat air
- Momen dan torsi
Setiap pondasi bangunan perlu direncanakan berdasarkan jenis, kekuatan dan daya dukung tanah tempat berdirinya. Bagi tanah yang stabil dan memiliki daya dukung baik, maka pondasinya juga akan membutuhkan konstruksi yang sederhana. Namun jika tanahnya labil dengan daya dukung yang buruk, maka struktur pondasi yang digunakan akan lebih kompleks.
Getaran yang diakibatkan oleh pergerakan bumi sebisa mungkin diredam dahulu oleh pondasi, karena struktur inilah yang berhubungan langsung dengan tanah.
Selain itu, pondasi juga harus mampu menahan beban, diantaranya:
- Beban Horizontal atau beban geser
- Beban hidup, seperti berat sendiri bangunan, beban orang, beban air
- Gaya geser bumi atau gempa
- Gaya angkat air
- Momen dan torsi
2. Beton Bertulang
Beton bertulang disini
terdiri atas struktur sloof beton, tiang/kolom beton dan ring balk beton. Beton
yang digunakan untuk struktur beton bertulang adalah dengan menggunakan
perbandingan 1 Semen : 2 Pasir : 3 Kerikil (1 Pc : 2 Ps : 3 Kr). Air yang digunakan
adalah 1/2 dari berat Semen (FAS 0,5), dan mutu yang dapat dicapai dari
perbandingan tersebut adalah 150 kg/m2.
Penggunaan alat bantu seperti molen atau vibrator sangat disarankan untuk menghasilkan beton dengan kualitas tinggi.
Penggunaan alat bantu seperti molen atau vibrator sangat disarankan untuk menghasilkan beton dengan kualitas tinggi.
|
|
|
Mutu beton
|
3. Ikatan Tulangan Beton
Tulangan beton memegang
peranan penting dalam konsep bangunan tahan gempa. Pengerjaan dan kualitas dari
penulangan beton harus sangat diperhatikan. Di masyarakat umum, tukang
kebanyakan mengganggap sepele titik pekerjaan ini dan kurang mengindahkan
nilai-nilai kekuatan ikatan tulangan.
Ikatan tulangna beton ini terdiri dari :
- Sloof beton,
- Kolom beton,
- Ring balk beton
Ikatan tulangna beton ini terdiri dari :
- Sloof beton,
- Kolom beton,
- Ring balk beton
\
4. Rangka Atap
Bahan
yang ringan untuk struktur atap biasanya digunakan seperti kayu dengan metode
sambungan ikatan sederhana. Untuk memperkuat hubungan antara batang dan menjaga
stabilitasnya, maka hubungan antara batang membentuk segitiga. Hubungan antara
kuda-kuda yang satu dengan yang lainnya menggunakan batang pengaku.
Karakteristik konstruksi bangunan tahan gempa antara lain :
1.
Denah yang sederhana dan simetris
Penelitian pada kerusakan yang diakibatkan oleh gempa menunjukan pentingnya membuat bangunan yang sederhana dan elemen-elemen struktur penahan gaya horizontal yang simetris. Struktur seperti ini dapat menahan gaya gempa lebih baik karena kurangnya efek torsi dan kekuatannya lebih merata.
2. Bahan bangunan yang seringan mungkin
Seringkali, pada pelaksanaan pembangunan tertentu menggunakan bahan bangunan yang berat. Tapi jika mungkin, sebaiknya memakai bahan bangunnan yang ringan. Hal ini dikarenakan bersarnya beban inersia gempa adalah sebanding dengan berat bahan bangunan.
Sebagai contoh, penutup atap genteng diatas rangka kuda-kuda kayu menghasilkan beban horizontal sebesar 3x beban gempa yang dihasilkan oleh penutup atap seng. Sama halnya dengan pasangan dinding bata menghasilkan beban sebesar 15x beban gempa yang dihasilkan oleh dinding kayu.
3. Sistem penahan beban yang baik
Agar suatu bangunan dapat menahan gempa, gaya inersia gempa harus dapat disalurkan dari tiap-tiap elemen struktur kepada struktur utama gaya horizontal yang kemudian memindahkan gaya-gaya ini ke pondasi dan tanah.
Penelitian pada kerusakan yang diakibatkan oleh gempa menunjukan pentingnya membuat bangunan yang sederhana dan elemen-elemen struktur penahan gaya horizontal yang simetris. Struktur seperti ini dapat menahan gaya gempa lebih baik karena kurangnya efek torsi dan kekuatannya lebih merata.
2. Bahan bangunan yang seringan mungkin
Seringkali, pada pelaksanaan pembangunan tertentu menggunakan bahan bangunan yang berat. Tapi jika mungkin, sebaiknya memakai bahan bangunnan yang ringan. Hal ini dikarenakan bersarnya beban inersia gempa adalah sebanding dengan berat bahan bangunan.
Sebagai contoh, penutup atap genteng diatas rangka kuda-kuda kayu menghasilkan beban horizontal sebesar 3x beban gempa yang dihasilkan oleh penutup atap seng. Sama halnya dengan pasangan dinding bata menghasilkan beban sebesar 15x beban gempa yang dihasilkan oleh dinding kayu.
3. Sistem penahan beban yang baik
Agar suatu bangunan dapat menahan gempa, gaya inersia gempa harus dapat disalurkan dari tiap-tiap elemen struktur kepada struktur utama gaya horizontal yang kemudian memindahkan gaya-gaya ini ke pondasi dan tanah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar