Karya
arsitektur islam di Italia
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Peradaban Islam.
Dosen Pengampu: Dr Ir Heri Hermanto. MT
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Peradaban Islam.
Dosen Pengampu: Dr Ir Heri Hermanto. MT

Di susun oleh:
Imam Arafi Afifudin (2017310021)
Qoni’a Sani Mafaza (2017130033)
Ikhsanudin (2017130035)
Riadhotul Khasanah(2017130036)
Ahmad Alwani (2017130039)
Qoni’a Sani Mafaza (2017130033)
Ikhsanudin (2017130035)
Riadhotul Khasanah(2017130036)
Ahmad Alwani (2017130039)
PROGRAM
STUDI TEKNIK ARSITEKTUR
FAKULTAS
TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN (UNSIQ) JAWA TENGAH DI WONOSOBO
UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN (UNSIQ) JAWA TENGAH DI WONOSOBO
Kata pengantar
Alhamdulillah,
Puja dan Puji hanya layak tercurahkan kepada Allah SWT. , karena atas limpahan
karunia-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad
Shallallahu’alaihi wa sallam.. Sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini
tepat pada waktunya.
Banyak kesulitan dan hambatan yang penulis hadapi dalam membuat makalah
ini tapi dengan semangat, kegigihan, arahan, serta bimbingan dari
berbagai pihak akhirnya penulis mampu menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Penulis
berharap makalah ini bisa meningkatkan pengetahuan kita mengenai perkembangan
agama Islam di Italia dan menumbuhkan semangat untuk mendakwahkan agama Islam
di beberapa daerah yang masih tidak akrab dengan agama Islam. Penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca yang budiman
Wonosobo, 14 mei 2019
Penulis
Daftar
isi
A.
Karya Arsitektur Islam di Italia
B.
Perkembangan dan kemajuan islam di Italia
C.
Peninggalan arsitektur islam di Italia
1. Kapel Palatine
a. sejarah
b. tata ruang luar dan dalam
c. penggunaan material
d. ornament
e. detail spesifik
a. sejarah
b. tata ruang luar dan dalam
c. penggunaan material
d. ornament
e. detail spesifik
2.
Gerej a San Geovanni
a. sejarah
b. tata ruang luar dan dalam
c. penggunaan material
d. ornament
e. detail spesifik
a. sejarah
b. tata ruang luar dan dalam
c. penggunaan material
d. ornament
e. detail spesifik
3. Basilika Santo Petrus
a. sejarah
b. tata ruang luar dan dalam
c. penggunaan material
d. ornament
e. detail spesifik
a. sejarah
b. tata ruang luar dan dalam
c. penggunaan material
d. ornament
e. detail spesifik
A. Karya Arsitektur
Islam di Italia
1. Sejarah islam di italia
1. Sejarah islam di italia
Negara Italia terletak di Eropa bagian selatan. Italia
mempunyai sejarah yang sangat panjang. Sebelum dikuasai Islam,
Penguasaan pulau ini berpindah-pindah dalam beberapa abad mulai dari Yunani,
Cartage, Romawi, Vandals, dan Byzantium, kemudian dikuasai oleh kaum Muslimin.Usaha
untuk menjadikan Sisilia sebagai wilayah Islam telah dimulai sejak Khalifah
Usman bin Affan dengan mengirim gubernur Muawiyah bin Abi Sufyan pada tahun 652
M. Pada waktu Muawiyah menjadi khalifah, ia juga menyerang pulau Sisilia pada
tahun 667 M. Pada zaman Abd Malik dan Al-Walid bin Abd Malik juga dilakukan
serangan. Gubernur Afrika Utara Musa bin Nuhair setelah berhasil menguasai
Andalusia juga menyerang Sisilia di bawah pimpinan anaknya AbdullahIslam eksis di
Sisilia pada tahun 827 M, ketika salah seorang khalifah Dinasti Aglab yakni Ziyadatullah memulai proyek besar mencari
kawasan baru untuk dijadikan tujuan ekspansi/perluasan wilayah Islam.
Penaklukan atas Sisilia sebenarnya dilatar
belakangi oleh adanya konflik intern penguasa Romawi, Kaisar Romawi
memerintahkan gubernur Sicilia, Constantin untuk menangkap Euphenius seorang
komandan tentara Bizantium di Sicilia. Perintah penangkapan tersebut disambut
oleh pasukan Euphenius, pertempuran tak terelakkan ketika terdesak, Euphenius
minta bantuan kepada Ziyadatullah dan menawarkan kekuasaan atas Sicilia,
tawaran itu diterima oleh Ziyadatullah.
Pada
tahun 827 (212 H), Ziyadatullah memerintahkan orang kepercayaannya Asad bin Al
Furat untuk melaksanakan penyerbuan.
Diperkuat 10 ribu pasukan infanteri, 700 pasukan berkuda,
serta 100 armada kapal, pasukan Muslim di bawah komando Asad Ibnu Al-Furat (70
tahun) berhasil mengandaskan kekuatan Bizantium dalam pertempuran di dekat Mazara.Ekspedisi
yang berlangsung dua tahun dan memakan korban. Dua komandan tersebut, mampu
menguasai dan kota Massara dan Alineo di Timur. Pada tahun 831 (216 H) Palermo
pun dapat dikuasai. Sehingga pasukan Aglabi terus dapat mengokohkan
kedudukannya di Sicilia, terutama bagian barat (Val di Massara), tetapi
ibukotanya sendiri. Castrogiovanni (dulunya Syiracuse) baru dapat diduduki pada
tahun 859 M (245 H). Kegembiraan pasukan Aghlab ini, juga ditandai dengan
pengiriman rampasan perang kepada khalifah di Baghdad, al Mutawakkil (w. 861
M/247 H). Pada tahun 902 M/289 H) pulau Sisilia berhasil secara penuh dikuasai.
Selanjutnya
Sisilia berada di bawah pemerintahan muslim dengan Palerno sebagai
ibukotanya kekuasaan Islam di Sicilia merupakan tahap awal
revolusi perdagangan di abad pertengahan. Pada era itulah masyarakat Sicilia
merasakan kemakmuran dalam pertumbuhan ekonomi yang begitu pesat. Akhir abad
ke-10 M, sejarawan bernama Udovitch menjelaskan betapa Sicilia telah menjelma
menjadi pusat perdagangan di dunia Mediterania.
Perdaban
Islam di wilayah itu dikembangkan oleh sejumlah dinasti Islam, antara lain
Dinasti Aghlabid atau Aghlabiyah (827 M909 M). Setelah itu, kekuasaan Islam di
wilayah itu jatuh di tangan Dinasti Fatimiyah, sebuah kekhalifahan Islam
bermazhab Syiah yang berpusat di Mesir.
Kekuasaan atas Sicilia
terlepas pada abad ke-11 M, ketika wilayah itu dikuasai oleh Emirat Sicilia.
Pasukan Emir Abu Al- Qasim (964 M982 M) terus digempur Bizantium. Kekuasaan
Islam pun meredup seiring perebutan kekuasaan di tubuh umat Islam. Pada 1061 M,
Sicilia pun lepas dari tangan umat Islam. Kehadiran peradaban Islam di Sicilia
merupakan berkah bagi peradaban Barat. Sebab, dari wilayah itulah Barat men-
transfer pengetahuannya dari dunia Islam.
B. Perkembangan dan
kemajuan islam di Italia
Selama berkuasa di Sisilia Islam mencapai
beberapa kemajuan antara lain, kemajuan dalam bidang sains, sebuah universitas
telah didirikan di Palermo. Yang menjadi pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan
Islam, sehingga Islamisasi sains yang telah ditaklukkan telah memberikan warna
terhadap kultur masyarakat Sisilia dan sekitarnya. Sisilia berperan sebagai
tempat penting dalam menghubungkan Eropa dengan dunia Islam. Di samping
Andalusia (Spanyol) Sisilia juga berfungsi untuk memperkenalkan budaya dan
kehidupan spritual Islam kepada Eropa. Walau Sisilia sendiri tidak menghasilkan
pemikir dan lembaga spektakuler, akan tetapi keberadaan literatur dan tradisi
keilmuan yang di bawa dari dunia Islam lainnya, telah memungkinkan para
ulama dan cendekiawan Sisilia menyalurkan hal-hal baru kepada kolega mereka
dari daratan Eropa. Penerjemahan karya-karya penting baik filsafat, kedokteran,
sufisme, matematika, optik atau astronomi kedalam bahasa-bahasa Eropa banyak
dilakukan lewat Sicilia.Karya-karya Islam termasuk terjemahannya menjalin Eropa
melalui pintu gerbang Sicilia.
Karya-karya tersebut sudah barang tentu berguna
bagi sejarah perkembangan peradaban umat manusia bahkan terjemahannya dilakukan
terhadap karya Yahya Ibnu Rusyd kedalam bahasa Latin dan bahasa Nebraw (Yahudi).
Buku-buku Ibnu Rusyd yang berbahasa Arab diangkut ke Universitas Teledo dan
Palermo yang pada waktu itu menjadi pusat penerjemahan. Karena itu, tidaklah
mengherankan pada waktu pembakaran buku-buku Ibnu Rusyd, yang musnah adalah
dalam bahasa aslinya (bahasa Arab) karena dalam waktu yang relatif singkat di
beberapa tempat di Eropa, muncul karya-karya Ibnu Rusyd dalam bahasa Latin
(Yahudi).
Jika dicermati lebih jauh, penulis berasumsi
bahwa tranfer khasanah intelektual Islam ini, merupakan penopang utama lahirnya
renaissance di Italia dan Eropa. Pemikiran-pemikiran ulama Islam terdahulu,
utamanya Ibnu Rusyd merupakan kontribusi Islam terhadap kebangkitan Eropa.
Pulau Sisilia merupakan tempat terjemahan buku-buku Islam telah memberikan
sumbangsih yang cukup penting dalam kebangkitan tersebut.
Dalam bidang terjemah muncul nama Rahib Jiral
Salfalter yang menerjemah dari bahasa Arab ke bahasa latin, Musa ibn Maimuna
(1191 M) seorang reformis Yahudi. Penerjemah lainnya adalah Michead Scot (1230
M), Yacob Abrawi, seorang Yahudi (1232 M) Herwan (1256 M).
Selain kemajuan dalam bidang sains, penguasa
Islam di Sisilia telah berhasil menghapus secara total pajak hewan yang
digunakan untuk mengangkut barang atau membajak sawah, sebelum Islam berkuasa
di Sisilia yakni pada saat Sisilia berada di bawah kekuasaan Bizantium pajak terhadap hewan sangat tinggi.
Selain itu Islam di Sisilia juga telah berhasil membuat mata uang sendiri
dengan mencantumkan nama gubernur Sisilia dan Amir Bani Aghlab. Di bidang
pertanian telah dibangun irigasi yang bermanfaat bagi peningkatan hasil
pertanian sehingga hasil pribumi seperti kapas, tebu, buah apel, dan
lain-lain mencapai hasil yang maksimal. Di bidang pertambangan, emas,
perak, timah hitam, air raksa yang melimpah-limpah dikelola dengan sangat baik
oleh penguasa Fatimiah.
Dengan memperhatikan sederet kemajuan yang
dicapai, penulis dapat mengatakan bahwa siapapun tidak dapat menafikan peranan
pulau yang kecil ini, dalam mengkontribusikan kehidupan Eropa, letak
geografisnya yang sangat strategis dan sumber alam yang diperbaharui, merupakan
faktor utama yang sangat membantu gubernur-gubernur Islam yang pernah
berkuasa/menduduki daerah tersebut, dalam rangka memajukan Islam baik dari segi
intelektualitas maupun dari segi peradaban.
C. peninggalan
arsitektur di Italia
1.Kapel Palatine
a. sejarah Kapel Palatine
a. sejarah Kapel Palatine
Dibangun
mulai tahun 1129 atas
perintah Raja Roger
II dari Sisilia , didirikan di paroki oleh
Uskup Agung Pietro , diangkat
menjadi seorang kolega , disahkan pada tanggal 28
April 1140 sebagai
sebuah kapel pribadi keluarga kerajaan oleh Uskup AgungRuggero
Fesca di hadapan banyak wali gereja.Karya-karya tersebut
selesai pada tahun 1143 dengan
pelantikan dirayakan pada tanggal 29 Juni dan sebuah homili pujian oleh Uskup
Agung Taormina Filagato
da Cerami .Sebuah prasasti tiga bahasa (Latin,
Yunani-Bizantium dan Arab) di bagian luar kapel memperingati pembangunan horologium pada tahun
1142.
Diinvestasikan dengan konsesi dan hak istimewa,hak
prerogatif dan barang yang dikonfirmasi dan ditambah oleh William I , William II dari Hauteville , Henry
VI , Frederick II dari Swabia , dan
sekali lagi oleh Manfredi
dari Sicily , Carlo
d'Angiò , Federico III dari Aragon , Martin
the Younger , Alfonso
V dari Aragon .
Era Aragon
Pada zaman
Renaissance , Magnanimo dengan hak istimewa diberikan
pada 11 Januari 1416 di Gaeta, memerintahkan Pengadilan Patrimonio Sejati untuk
mengalokasikan 20 onze setiap tahun untuk pemeliharaan
Kapel yang biasa.
Pada tahun 1458, Raja John II dari Aragon menugaskan
pekerjaan restorasi untuk perbaikan atap. Berkat kerja yang dilakukan di
pengadilan Aragon di Naples ,
kolaborasi untuk lengkungan kemenangan Maschio
Angioino , komisi lain di interior dan di beberapa tempat
ibadah, dari 2016 hingga 2016 kegiatan
kerja pertama Domenico
Gagini di Palermo didokumentasikan, karya terdiri dari
pemulihan, restorasi dan pemeliharaan mosaik , arab dan inlay , dari
artefak marmer yang sudah ada sebelumnya, karya-karya yang diminta oleh ciantro dari
Kapel San Pietro.
Intervensi sangat jelas dalam adegan
yang menggambarkan Kebangkitan
Tabita , di antara arsitektur pengaturan ada bagian bangunan dengan
rencana segi delapan, dengan oculibesar di sisi
sisi drum ,
atap kubah yang ditandai
dengan tulang rusuk
yang kuat dan sedikit petunjuk. lentera atas. Detail
yang dapat diidentifikasi sebagai Brunelleschi's
Dome , dalam hal ini penarikan khusus dengan implan dan
bentuknya, kubah katedral Santa Maria del Fiore di Florence . Penghargaan
tulus dan berterima kasih kepada maestro Filippo
Brunelleschi dan kesaksian konkret dari masa lalu Florentine,
segel lebih lanjut pada kronik yang disediakan oleh Giorgio
Vasari .
Era Spanyol
Era Spanyol
Pada 1549 Tommaso
Fazello dalam History
of Sicily deche dua sering mengutip deskripsi situasi bencana di
mana seluruh kompleks Castrum
superius atau Palatium
novummenuangkan ke titik yang memungkinkan untuk melihat Kapel Palatine
melalui reruntuhan. Situasi membaik ketika raja
muda Sisilia, meninggalkan Chiaramonte-Steri atau Hosterium Magnum Palace , memilih
gedung-gedung Istana
Norman sebagai tempat tinggal mereka, mengoperasikan
serangkaian peningkatan yang tak berkesudahan.Rekonstruksi juga memengaruhi
kapel, hingga pada tahun 1682 perlu
untuk merekonstruksi lengkungan yang rusak bersama dengan permukaan mosaik yang
terbatas.
Era Savoyard
Pada 1714,
raja Vittorio Amedeo II dari Savoy yang baru
dipasang , melalui Pengadilan Real
Patrimonio, meningkatkan dana yang dialokasikan untuk pemeliharaan kuil,
peningkatan yang sama dengan jumlah 423 scudi .
Era Bourbon
Pada tahun 1716
dan 1753 pekerjaan restorasi dilanjutkan dengan pemulihan, rekonstruksi dan
pembangunan mosaik baru, altar tinggi, dan peletakan
patung marmer yang menggambarkan Santo Petrus ,
oleh Giovanni Battista Ragusa . Secara
eksternal, sebuah siklus baru diciptakan, sebuah alegori dari momen historis
tertentu, yang ditandai oleh perubahan-perubahan Davide dan Assalonne ,
ditandai dengan medali di mana profil-profil Ferdinando III dan Maria Carolina direproduksi.
Untuk alasan
logistik dan reseptif, itu adalah tempat yang ditunjuk untuk menjadi tuan rumah
acara-acara kecil, hanya katedral
metropolitan primitif dari Perawan Maria dari Maria Diangkat ke Surga , untuk
sanksi istimewa, adalah tempat perayaan untuk upacara yang paling penting:
penobatan dan pernikahan antara bangsawan. Namun kapel adalah tempat
pembaptisan Ferdinando II sultan masa depan dari Dua Sisilia, putra Francesco I dari Borbone dan Maria Clementina pada
tahun 1800.
Itu adalah
pengaturan pernikahan putri Maria Cristina dari Ferdinand III dengan Carlo Felice dari Savoy ,
pangeran Jenewa dan calon Raja
Sardinia pada 1807 dan tentang pernikahan
antara Maria Amalia dan Filippo Luigi Borbone , Adipati
Orleans, calon Raja
Prancis pada tahun 1809
Era kontemporer
Sebuah studi
mendalam tentang Kapel Palatine dilakukan oleh arsitek Rusia Alexander Pomerantsev Nikanorovich ,
analisis monumental dan terperinci dari karya-karya yang disimpan di dalamnya
membuatnya mendapatkan gelar Akademik arsitektur St.
Petersburg pada tahun 1887. Karya tersebut terdiri dari
perincian dengan gambar dan foto. 172 adegan mosaik yang menyertai pekerjaan
dengan reproduksi grafis dari ukiran dan ukiran dari langit-langit kayu yang
rumit. Di antara penulis terkenal yang mengunjungi dan memuji keajaiban
Kapel selama tur
akbar adalah Guy
de Maupassant dengan kutipan dalam karya " La vita errante " dan
" La Sicilia ". Selama
kunjungannya ke Palermo pada tahun 1885 , ia
menyebutnya:
«" Gereja paling indah di dunia, permata agama paling mengejutkan yang
diimpikan oleh pikiran manusia. "»
b. tata ruang
luar dan dalam
Kuil yang dibangun sebagai kapel pribadi, selain tempat
ibadah primitif di tingkat bawah, memiliki panjang 33 meter dan lebar 13
meter.Apses, menurut kanon-kanon Bizantium yang terletak di sebelah timur,
terletak di sayap Renaissance Palazzo
dei Normanni , badan gerejawi yang memisahkan halaman dalam
utama. Dinding lorong kanan dan loggia yang berdekatan menghadap ke Cortile Maqueda .Menara kubah
dan lonceng awalnya terlihat dari Piano
di Palazzo sebelum dimasukkan ke dalam agregat bangunan Istana
Kerajaan, mengikuti konstruksi yang dilakukan oleh raja muda di era Spanyol.
Bangunan dengan rencana basilika dengan tiga naves
dipisahkan oleh granit dan kolom marmer
cipollino dengan
modal komposit yang mendukung struktur lengkungan
yang runcing . Konstruksi selesai oleh kubah, didirikan di
atas pelayaran tempat kudus - presbiteri , yang
terakhir dalam hal ini ditinggikan dan dipagari sehubungan dengan tingkat
lantai lorong. Kubah, transept, dan apses seluruhnya dihiasi di
bagian atas oleh mosaik Bizantium , di antara yang paling penting
di Sisilia, menggambarkan berbagai adegan alkitabiah, penginjil dan Christ
Pantocrator yang diberkati, gambar dampak terbesar kapel.
c. penggunaan
material
marmer
d. ornamen
Ø
Mosaik sebagai ornamen di dinding da
atap pada bangunan.
Ø
Artefak pada beberapa bagian bangunan.
Ø
Ukiran.
Detail apsidal
kiri Absidiola dari San
Pietro
Virgin on Throne Absidiola
dari San Paolo
Detail apsid di sebelah kanan
Langit-langit
fatimiyah
Altar di ruang bawah tanah Kelereng polikrom
e. detail
spesifik
Siklus mosaik dibedakan dalam dua zaman, yang pertama
murni Norman diikuti oleh yang Bourbon:
1. Fase Norman
diartikulasikan dengan komisi pelayaran, kubah, apses yang dibuat oleh Roger
II ; siklus Kejadian di tengah pusat dieksekusi dengan William I ; dengan William IIsiklus lorong samping dilaksanakan
termasuk kehidupan Santo Petrus dan Santo Paulus, sebelum siklus mosaik dari
bangunan katedral
Santa Maria Nuova di Monreale .
2. Fase Bourbon
terbaru dimotivasi oleh pemulihan, restorasi dan realisasi baru yang dilakukan
pada 1716 ( 1719 tanggal
kesimpulan pada saat Philip
V melaporkan pada plafon segi delapan pada espalier) dan oleh siklus
eksternal yang ditugaskan oleh Ferdinand III , yang terakhir kurang namun
kanon Bizantium, elemen karakteristik dari fase pertama.
Di dinding, episode dari Perjanjian
Lama dan Baru dengan
siklus mulai dari Penciptaan diekstrapolasi
dari Genesis hingga
kehidupan di Taman
Eden ; episode tentang kehidupan Nuh dan Air
Bah universal ; episode tentang Abraham , Ishak , Yakub sampai kelahirannya ,
kehidupan, mukjizat dan Gairah
Yesus . Rangkaian adegan tentang Petrusdan Paulus
para rasul menyimpulkan ulasan. Yang melengkapi
panorama adalah penggambaran barisan malaikat dan malaikat , para nabi dan penginjil , dokter
gereja dan teori panjang tentang orang-orang kudus yang
digambarkan sebagai keseluruhan atau hanya digambarkan dalam medali.
Pintu masuk ke
kapel pribadi asli Roger II, selama berabad-abad telah diubah, disusun hari ini
dengan dua tangga simetris ditempatkan di kedua sisi transept.
Dinding rumah
jam batu, berjalan di atas air, ditakdirkan untuk menandai jam kanonik,
bertuliskan prasasti terukir dalam bahasa Yunani, Latin dan Arab. Dekorasi
mosaik, banyak di antaranya berasal dari intervensi Bourbon pada abad
kedelapan belas , menceritakan kisah Davide dan Assalonne :
Para Prajurit Daud menyerang
pemberontak Israel , Assalonne
kusut dengan rambut di cabang-cabang pohon , Assalonne dibunuh oleh Joab , Davide menangis kematian Assalonne , Kemenangan Daud , Daud dan Salomo . Sebuah
adegan di luar siklus menggambarkan pengiriman
banteng ke Ciantro of Cappella oleh Ruggero .
Di
dinding ruang depan ada mosaik lain yang
menggambarkan Jenius Palermo dalam
pakaian kerajaan dan penampilan seorang pria dewasa, digambarkan dengan anjing,
ular, dan elang alegori masing-masing kesetiaan ,
penyerang yang harus dihancurkan, kebebasan dipahami sebagai personifikasi kota
Palermo dan kerajaan yang terkait dengannya. Wajah-wajah Ferdinando III dan Maria Carolina direproduksi dalam medali.
Semua mosaik
dinding eksternal mencerminkan dalam bentuk alegori, sejarah dramatis kerajaan
Neapolitan dan Sisilia pada akhir abad ke-18, yaitu: invasi tentara
revolusioner Prancis, penerbangan keluarga kerajaan dari Naples ke Palermo,
pendirian Republik Neapolitan di kota Neapolitan, perang antara pemerintah
Republik dan Sanfedis, pemulihan Bourbon berikutnya. Di lingkungan
narthex di sebelah kiri adalah font pembaptisantempat penguasa dan anggota keluarga
Bourbon dibaptis selama pelarian restoratif paksa ke Palermo.
Di bagian barat
atau bagian depan terdapat
artefak dan restorasi yang tumpang tindih yang dilakukan pada waktu yang
berbeda. Tahta yang berkumpul di era Aragon mendekati mosaik zaman Norman
pertama, intervensi tertanggal 1460 memerintah John II dari Aragon . Ruang
pusat yang benar-benar ditempati oleh tahta kerajaan dalam gaya Romawi , tinggi
sehubungan dengan permukaan tanah, menghadap tempat kudus sama
tingginya. Lantai, tangga, punggung dan lengan menghadirkan dekorasi yang
kaya dengan lapisan marmer dan mosaik di mana gaya Cosmatesque mendominasi
harmoni yang harmonis dengan motif geometris dan bunga asal Arab. Kekuatan
duniawi raja disegel oleh lambang yang membawa lambang House
of Aragon dan Kerajaan
Sisilia yang dibatasi oleh dua singa dalam posisi simetris dan
specular.
Di dinding atas
tahta digambarkan keagungan
Kristus antara Rasul Petrus dan Paulus atau Kristus
Pantocrator ketiga dengan salib halo Yunani, pakaian kerajaan,
dalam tindakan pemberkatan dengan tangan kanan sementara tangan kiri memegang
Injil tertutup, digambarkan di antara Santo Petrus dan Santo Paulus para rasul dan
malaikat utama Michaeldan Gabriel . Penempatan gambar Christ
Pantocrator di lingkungan yang berbeda tidak ditemukan di kuil Sisilia
lainnya. Di sinilah gagasan tentang hubungan khusus antara Tuhan dan raja,
antara raja dan raja-raja, diwujudkan dengan kekuatan terbesar.
Di tengah-tengah kubah, Christ Pantocrator ,
digambarkan dalam tindakan pemberkatan dengan tangan kanan, dengan bagian kiri
memegang buku Injil ditutup, dengan gambar apse yang setara di antara
mosaik-mosaik penanggalan tertua yang berasal dari konstruksi aslinya. Halo-salib
Yunani, pakaian mengingat pakaian upacara kaisar Bizantium. Kristus
ditempatkan di tengah-tengah lingkaran yang dikelilingi oleh delapan malaikat
utama Michael , Gabriel , Uriel , Raphael , Barachiel , Jeudiel , Sealtiel pada gilirannya
mengenakan pakaian kerajaan, dengan tongkat di tangan kanan, simbol kekuasaan,
banyak dari mereka menanggung globe
crucigero di sebelah kiri, dalam sikap doa dalam sikap
hormat. Kemegahan dan kemegahan kemuliaan selestial semakin ditingkatkan
oleh cahaya delapan jendela di dasar belahan bumi.
Empat nabi
digambarkan di dinding-dinding tubuh yang mendukung drum : Yohanes,Pembaptis , Salomo , Zakharia dan Daud . Kepala delapan nabi
lainnya, Yesaya , Yeremia , Yehezkiel , Yunus , Daniel , Musa , Elia dan Elisa muncul tepat di atas , membawa
perkamen dengan kutipan Yunani, yang menunjukkan kedatangan Kristus. Di
sudut ceruk dengan bentang ganda, empat
penginjil digambarkan, Giovanni , Luca , Marco , Matteo ,
dalam gulungan gulir - gulir
incipit dalam bahasa Latin dari masing-masing Injil . Seluruhnya
membangkitkan Mazmur 11.4:
" Tuhan di bait suci, Tuhan
memiliki takhta di surga ".
Selain mosaik Bizantium, lantai kosmateque, Kapel
Palatine terkenal dengan langit-langit berukirnya, dibuat oleh para
master sekolah
Fatimid , sebuah ekspresi artistik yang khas dari bangunan
Arab di Maghreb dan Mesir . Muqarnas peti kayu, dilukis dengan gambar langka
dan prasasti Kufic ,
memiliki phytoform dan ornamen zoomorphic, burung, binatang fantastik dan
mitologis, termasuk figur manusia, yang belakangan secara tegas dilarang oleh
tradisi Muslim yang diabadikan dalam: berburu, perang dan cinta, pemain, penari
dan penari perut, pemain catur.
Ekspresi
palatina adalah pengecualian yang sangat jarang, satu-satunya kasus di Sisilia
seni Islam yang meresap oleh selera dan konsepsi Nordik: di antara mawar kayu
ada lukisan dengan penggambaran komisioner yang berdaulat yang sama atau
pejabat terkemuka atau perwakilan dalam jubah oriental, sering duduk di kaki
bersilang saat bermain gitar dan instrumen lainnya. Seolah mendamaikan
musik abstrak dan diam mereka dengan paduan suara lagu-lagu Bizantium dan
Latin.
Nama :Qoni’a sani mafaza
Nim : 2017130033
Nim : 2017130033
2. Gereja San Giouvanni Degli Eremiti

Sejarah
Asal usul gereja berasal dari
abad ke-6. Belakangan, setelah penaklukan Islam atas Sisilia, itu diubah
menjadi masjid. Setelah pembentukan dominasi Norman di Italia selatan, itu
dikembalikan kepada orang-orang Kristen oleh Roger II dari Sisilia yang, sekitar
tahun 1136, mempercayakannya kepada para biarawan Benediktin dari Santo William
dari Vercelli.
Gereja ini terkenal karena kubah merahnya yang cemerlang, yang menunjukkan dengan jelas adanya pengaruh Arab di Sisilia pada saat rekonstruksi di abad ke-12, budaya Arab-Norman. Dalam 1882 Diary of an Idle Woman di Sisilia, Frances Elliot menggambarkannya sebagai "... benar-benar oriental ... itu akan cocok di Baghdad atau Damaskus". Namun, warna merah kubah tidak asli, karena dipulihkan dengan cara yang sekarang pada akhir abad kesembilan belas oleh seorang arsitek yang menemukan potongan-potongan plester merah pada kubah dan karenanya memutuskan untuk mengecat semua kubah dengan warna merah.
Tata Ruang Luar dan Dalam
Gereja itu terletak dengan sebuah sayap pada konstruksi persegi, yang mungkin merupakan bekas masjid. Gereja berada pada rencana Salib Latin dengan sebuah nave dan dua gang dan tiga apses. Setiap bentang persegi diatasi oleh kubah. Presbiteri, diakhiri dengan ceruk, juga memiliki kubah.
Biara, diperkaya oleh taman mewah, adalah bagian terbaik dari biara kuno. Ini memiliki kolom ganda kecil terkenal dengan ibukota dihiasi oleh motif sayuran, yang mendukung lengkungan ogival. Ini juga termasuk tangki Arab.

Keterangan Gambar :
Taman mewah yang berbentuk persegi terdapat kolom ganda yang mendukung lengkungan dan ornamen
Penggunaan Material
Gereja San Giouvanni Degli Eremiti menggunakan bata ekspose dan semen sebagai pembuatan bangunannya
Ornamentasi dan Detail-detail spesifik
Gereja San Giouvanni Degli
Eremiti menganut gaya Arsitektur Romanesque adalah
gaya arsitektur dari Eropa Abad
Pertengahan, ditandai oleh pelengkung setengah lingkaran, dan berkembang menjadi gaya arsitektur
Goth, ditandai dengan pelengkung berujung, yang dimulai pada abad
ke-12. Tidak ada kesepakatan mengenai waktu berawalnya gaya Romanesque, dan
pengusulan waktunya beragam mulai dari abad ke-6 sampai abad kesepuluh, namun
contoh-contohnya dapat ditemukan di seluruh penjuru Eropa, sehingga menjadikan
arsitektur Romanesque sebagai gaya arsitektur pan-Eropa pertama sejak Arsitektur
Imperial Romawi. Gaya Romanesque
di Inggris disebut sebagai arsitektur Norman.
Keterangan Gambar :
(1) Detail ornamen yang dihiasi motif sayuran pada kolom ganda
(2) Lengkungan disusun menggunakan bata ekspose
Keterangan Gambar :
Tiap tiap ruangan masih didominasi lengkungan-lengkungan dan terdapat ornamen persegi yang diatasnnya tersapat kubah
Nama : imam arafi afifudin
Nim :2017130021
Nim :2017130021
3.
BASILIKA SANTO PETRUS
1.SEJARAH
OBYEK :
Basilika Santo
Petrus
Basilika
Kepausan Santo Petrus di Vatikan (bahasa Italia: Basilica Papale
di San Pietro in Vaticano, bahasa Inggris: Papal Basilica
of St. Peter in the Vatican) atau lebih dikenal dengan Basilika
Santo Petrus adalah sebuah basilika utama Katolik di Kota Vatikan, dikelilingi
oleh Roma. Bangunan ini
diklaim sebagai gereja terbesar
yang pernah dibangun (dia meliputi area 23.000 m² dan memiliki kapasitas lebih
dari 60.000) dan salah satu situs tersuci dalam Kekristenan. Konstruksi
basilika ini dimulai pada 1506 dan
rampung pada 1626.
Basilika Santo Petrus Lama dibangun
atas perintah Kaisar Kristen pertama Konstantin I, pada
tahun 326 di
tempat Santo
Petrusmenjadi martir. Seribu tiga
ratus tahun kemudian bangunan ini mulai runtuh perlahan-lahan, dan oleh karena
itu Paus
Nikolas Vmemerintahkan agar dibangun sebuah basilika yang baru.
Tetapi pembangunannya baru dimulai pada tahun 1506 pada masa jabatan Paus Julius II. Pembangunan
basilika ini memakan waktu 120 tahun. Michelangelo diminta
sumbangan karyanya dengan pieta-nya yang
sangat terkenal itu. Waktu itu ia telah berusia 72 tahun. Basilika ini
merupakan basilika terbesar di dunia dengan panjang 193 meter dan tinggi 132
meter.
Tradisi
mengatakan bahwa tempat bangunan ini merupakan tempat Santo Petrus, salah
satu rasul Yesus dan
dianggap sebagai Pauspertama, disalibkan dan
dikuburkan. Gereja ini merupakan tempat penguburan Santo Petrus tepatnya di
bawah altar utama.
Beberapa paus lain juga dikubur di dalam dan di bawah basilika ini
(lihat: Gua Vatikan).
Basilika Santo
Petrus adalah salah satu dari empat basilika penting atau disebut juga empat
basilika kepausan, ketiga basilika lainnya adalah Basilika Agung Santo Yohanes Lateran, Basilika Santo Paulus di Luar Tembok dan Basilica di Santa Maria Maggiore, yang bersama
dengan Basilica di San Lorenzo fuori le Mura (Basilika Santo Laurensius di Luar
Tembok), dikenal sebagai "lima basilika
utama" Roma, dihubungkan dengan lima Tahta Patriark kuno dari
dunia Kristen (Pentarki).
Bentuk gereja ini pada awalnya mengambil bentuk bangunan
basilika Romawi. Basilika adalah bangunan yang biasa dipakai untuk pengadilan
atau perniagaan oleh bangsa Romawi. Bentuk basilika inilah kemudian ditiru umat
Nasrani sebagai bangunan gereja, setelah Kaisar Konstantin memberikan kebebasan
terhadap perkembangan agama Kristen di Romawi. Kaisar Konstantin yang menjadi
Kaisar Romawi pada 313 Masehi kemudian merombak bangunan Santo Petrus di Kota
Roma.
Sejak penyaliban dan penguburan
Santo Petrus pada 64 Masehi, lokasi ini diduga merupakan lokasi Makam Santo Petrus, yang bertempat dalam sebuah
bangunan suci kecil. Sejalan dengan peningkatan prestisenya, gedung ini
diperkaya hiasan patung-patung, perabotan dan tempat-tempat lilin berukir,
serta makam-makam dan altar-altar samping yang terus-menerus bertambah.
Bangunan ini penuh dengan makam dan
jenazah orang-orang kudus dan paus-paus. Tulang-belulang terus-menerus
ditemukan di dalamnya sampai Februari 1544. Akhirnya rancangan basilika yang
baru diusahakan untuk menampung kembali sebanyak mungkin sisa-sisa jenazah
tersebut.
2.
Tata Ruang Luar Dan Dalam
Bangunan ini memiliki lima lajur,
satu panti umat yang lebar beserta dua sayap bangunan di tiap sisinya, tiap
lajur dipisahkan oleh 21 pilar marmer yang berasal dari bangunan-bangunan pagan
sebelumnya. Panjangnya 350 kaki (110 m) lebih, dibangun menyerupai
bentuk salib Latin. Atap miring kembarnya dilapisi timah pada bagian dalamnya
dan tingginya 100 kaki (30 m) lebih di tengah bangunan. Sebuah atrium,
yang dikenal sebagai Taman Firdaus, terdapat di pintu masuk dan dan memiliki
lima pintu masuk ke dalam gedung, namun sebenarnya baru ditambahkan pada abad
ke-5.
Mosaik Navicella yang indah (1305-1313) di
atrium dinisbatkan kepada Giotto di Bondone. Mosaik raksasa yang dikerjakan atas permintaan Kardinal Jacopo Stefaneschi itu menutupi seluruh dinding
di atas pintu lengkung yang menghadap halaman. Mosaik ini melukiskan St. Petrus
tengah berjalan di atas air. Karya luar biasa ini sebagian besar hancur selama
pembangunan basilika baru pada abad ke-16, namun fragmen-fragmennya masih
tersimpan. Navicella berarti "kapal kecil" yang mengacu pada kapal
besar yang mendominasi mosaik itu, layarnya menggelembung dihembus badai ke
arah cakrawala. Representasi pemandangan laut yang sedemikian alami hanya
diketahui dari karya-karya seni rupa kuno.

3.
Penggunaan Material
Material Basilika Santo Petru dibangun menggunakan
bata ekspose dan semen sebagai bangunannya,sedangkan lantainya menggunakan marmer Italia dan dari Negara
Eropa yang lain.
Lantainya
dari marmer Italia dan beberapa negara2 Eropa yang lain, material alam yang
terkenal di dunia. Warna2 syahdu Gereja : putih Crema Marfil ( dari Spanyol ),
hijau kehitam2an Verde Alpi dan Verde Ubatuba ( dari Italia ), orange Crema
Valencia dan merah kecoklatan Rosso Verona dan Rosso Alicante ( dari Italia ),
membuat kami harus berhati2 karena gaungnya .....
Pada
Altar terdapat 4 buah pilar. Diding2 nya memiliki belasan jendela yang dihiasi
fresko tokoh2 dan peristiwa2 penting dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian
Baru.

4.Ornamentasi
dan Detail-detail spesifik
Yang ditiru dari arsitektur bangunan basilika untuk gereja
adalah susunan ruangnya, seperti ruang tengah, barisan tiang-tiangnya, tempat
memasukkan cahaya dan peninggian lantai. Di dalam bentuk gereja basilika juga
dibuat atrium, berupa ruang terbuka di dalam gedung yang banyak dibuat pada
rumah-rumah kaum bangsawan Roma, ini juga seperti Toko Buku Selexyz Dominicanen yang terletak di kota Maastricht, provinsi Limburg,
Belanda ini merupakan sebuah bekas gereja kuno yang
dibangun pada tahun 1294.

|
Basilika Santo Petrus
|
|
|
Basilika Kepausan Santo Petrus di
Vatikan
|
|
|
·
Basilica Papale di San Pietro in
Vaticano (Italia)
·
Basilica Sancti Petri (Latin)
|
|
|
Basilika
Santo Petrus
|
|
|
Lokasi
|
|
|
Negara
|
|
|
Situs
web
|
|
|
Sejarah
|
|
|
18
November 1626
|
|
|
Arsitektur
|
|
|
Status
|
Basilika
utama (basilika kepausan)
|
|
Peletakan
batu pertama
|
18
April 1506
|
|
Selesai
|
18
November 1626
|
|
Spesifikasi
|
|
|
Panjang
|
730
kaki (220 m)
|
|
Lebar
|
500
kaki (150 m)
|
|
Tinggi
|
|
|
151,5
kaki (46,2 m)
|
|
|
Diameter
kubah (luar)
|
137,7
kaki (42,0 m)
|
|
Diamter
kubah (dalam)
|
136,1
kaki (41,5 m)
|
|
Administrasi
|
|
|
Klerus
|
|
Nama :
Ikhsanudin
Nim : 2017130035

































Tidak ada komentar:
Posting Komentar